Monday, 28 March 2022

KESALAHAN-KESALAHAN ORANGTUA YANG MEMBUAT ANAK MENJADI TIDAK NYAMAN + KEINGINAN ANAK & ORANGTUA

Kesalahan-Kesalahan Orangtua Yang Membuat Anak Menjadi Tidak Nyaman
+
Keinginan Anak & Orangtua


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Tanggal Pembuatan: 28 Maret 2022 15.29 WIB


Kesalahan-Kesalahan Orangtua Yang Membuat Anak Menjadi Tidak Nyaman
- Tidak memikirkan masa depan anaknya
- Orangtua hanya memikirkan kepentingan pribadi ketimbang memikirkan nasib
  masa depan anaknya
- Kritikan atau masukan anak dibungkam oleh kedua orangtua sehingga orangtua
  mengambil tindakan dengan memarahi anak, mengatur semua aktivitas anaknya,
  dan lain sebagainya
- Orangtua selalu mengkritik anaknya tanpa memberikan solusi yang tepat
- Sering melakukan kekerasan ke anak, baik itu kekerasan fisik maupun kekerasan verbal
- Anak akan berpikir kalau anak lebih menyukai drama sinetron ketimbang drama di
  kehidupan nyata (drama for the real life)
- Tidak belajar dari kesalahan atau pengalaman yang sudah orangtua alami ke anaknya
- Anak tidak diberikan ruang khusus/ privasi anak untuk menyendiri
- Orangtua sering memarahi anaknya sehingga anak mengganggap bahwa orangtua
  tidak memiliki rasa kasih sayang yang ikhlas dan tulus
- Sering menanyakan "Kak, kamu udah punya pacar?" ketimbang menanyakan
  "Kamu mau kerja apa? Mau kerja di mana?", dan lain sebagainya
- Sering memberikan ekspetasi atau target tinggi ke anak, seperti kamu (anak Anda) harus
  kuliah dulu, kamu gak boleh kerja di usia produktif, dan lain sebagainya sehingga anak
  berpikir bahwa anak tidak boleh memberikan target sendiri
- Hanya melihat dari satu sisi sehingga orangtua mengganggap bahwa anaknya
  tidak memiliki masa depan yang lebih baik dan anak pun berpikir bahwa mengobrol
  dengan satu frekuensi lebih seru dan lebih asyik ketimbang mengobrol dengan orangtua
  yang pemikirannya tidak terbuka
- Orangtua sering meremehkan perasaan anak Anda
- Orangtua sering membanding-bandingkan anak kandung dengan anak orang lain
- Orangtua tidak rela melepas anaknya bekerja dengan orang lain untuk mencapai
  suatu kesuksesan
- Orangtua selalu meributkan hal-hal kecil, seperti mengatur jam tidur anaknya, melarang
  anaknya untuk merawat serta memegang kucing, memaksa anaknya mengikuti perkuliahan
  di saat anaknya MENOLAK KERAS mengikuti perkuliahan dengan dalih fokus ke suatu
  pekerjaan yang anak suka, dan lain sebagainya sehingga anaknya tidak betah untuk pergi
  dari rumah orangtua dan memilih untuk hidup sendiri dengan biaya ala kadarnya, sedangkan
  hal-hal besar, seperti memikirkan nasib anaknya untuk mencapai masa depan yang cerah,
  anak tidak boleh bekerja sendiri atau bekerja bersama teman-teman satu frekuensi, dan lain
  sebagainyatidak diributkan (baca: terkesan santai dalam menganggapinya)

_____

JANGAN SALAHKAN ANAK ANDA APABILA ORANGTUA BERSIKAP DAN BERPERILAKU SEPERTI ITU KE ANAK. ANAK AKAN MENGIKUTI SIKAP DAN PERILAKU ORANGTUA APABILA ORANGTUA BERSIKAP DAN BERPERILAKU BURUK KEPADA ANAKNYA. SEBALIKNYA, ANAK AKAN MENGIKUTI SIKAP DAN PERILAKU ORANGTUA APABILA ORANGTUA BERSIKAP DAN BERPERILAKU BAIK KE ANAKNYA! -_-

.........

ORANGTUA WAJIB INTROPEKSI DIRI APABILA ANAK TERLALU CUEK KE ORANGTUA, ORANGTUA YANG TERLALU KERAS KEPALA KE ANAKNYA, DAN LAIN SEBAGAINYA. SEBALIKNYA, ANAK WAJIB MENGINTROPEKSI DIRI APABILA ORANGTUA SUDAH MENDIDIK ANAK DENGAN BAIK

___________

Keinginan Anak
Aku harus jadi terkenal. Aku harus dapat pengakuan dari kedua orangtua kalau aku bisa bekerja sejak usia 6 tahun dan aku mau menunjukkan kesuksesan ke teman-teman satu frekuensi kalau aku udah dapat penghasilan segini (nominalnya bebas) dari hasil kerja keras selama aku menjadi anak-anak usia 6 tahun sampai usia remaja hingga beranjak dewasa

Keinginan Orangtua
Pokoknya, kamu (anak Anda) gak boleh kerja. Kamu harus kuliah biar ilmunya dapat dari hasil perkuliahan selama 6 semester. Kamu harus berteman dengan seumuran supaya kamu merasakan apa yang teman-teman (seumuran) kamu rasakan selama hidup di dunia

...............

Jawaban Anak mengenai
Keinginan Orangtua Yang Membuat Target Tinggi ke Anaknya
Kuliah itu bukan menjadi patokan kita untuk meraih suatu kesuksesan. Kita bisa mendapatkan ilmu dan pengetahuan dari orang-orang yang ada di sekitar kita, seperti teman-teman satu frekuensi, teman yang lebih muda atau lebih tua dari kita, bahkan tetangga-tetangga yang sudah kita anggap sebagai teman. Terkenal, mendapatkan pengakuan dari kedua orangtua, serta bekerja sejak usia dini (sekitar 6-15 tahun) merupakan suatu kewajiban bagi anak yang ingin meraih suatu kesuksesan supaya anak mendapatkan panggilan dari stasiun TV atau mendapatkan panggilan dari pihak sponsor apabila anak terkenal serta punya penghasilan yang tinggi. Kalau misalkan anaknya tidak memiliki niat atau tidak tertarik untuk menempuh perkuliahan, ORANGTUA TIDAK BOLEH MEMAKSAKAN ANAKNYA UNTUK MENEMPUH PERKULIAHAN (silahkan Anda baca ulasan kami di blog Diary Irfan Psikologi, Kesehatan Mental, dan Motivator dengan judul Alasan Anak Tidak Wajib Mengikuti Perkuliahan)

____________

Note:
Informasi ini saya dapatkan dari hasil pengalaman  serta analisa saya selama saya tinggal bersama orangtua

Sunday, 20 March 2022

ALASAN ANAK TIDAK WAJIB MENGIKUTI PERKULIAHAN

Alasan Anak Tidak Wajib Mengikuti Perkuliahan


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Tanggal Pembuatan: 21 Maret 2022 07.35 WIB


- Anak memiliki perencanaan yang matang sehingga tidak mewajibkan anaknya
  mengikuti perkuliahan
- Usia 12 tahun ke atas merupakan usia produktif untuk mencari pekerjaan yang
  sesuai dengan bakat, minat, serta skill
- Anak lebih mengejar pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat, dan skill ketimbang
  mengejar perkuliahan
- Anak tidak membutuhkan gelar sarjana dan ijazah perkuliahan karena kecerdasan anak
  bukan dilihat dari gelar sarjana dan ijazah perkuliahan, melainkan pengalaman,
  jam terbang, serta niat seorang anak dalam menekuni suatu pekerjaan yang sesuai
  dengan bakat, minat, dan skill
- Anak bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat, dan skill tanpa
  memerlukan perkuliahan
- Anak tidak terpengaruh dengan ucapan orang lain mengenai anaknya yang mewajibkan
  menempuh perkuliahan
- Menempuh perkuliahan merupakan suatu hal yang sulit karena anak merasa diancam
  DO (Drop Out) apabila anak tidak mengerjakan semua tugas yang diberikan oleh dosen
  serta orangtua akan memukuli atau memarahi anaknya apabila anak tidak menekuni
  perkuliahannya
- Anak peduli dengan perekonomian orangtua karena orangtua merasa terbebani dengan
  perkuliahan anaknya sehingga orangtua tidak bisa membeli keperluan sehari-hari
  serta membenahi rumah yang nyaman untuk ditempati bersama keluarga inti
- Anak akan kesulitan membagi waktu antara menempuh perkuliahan serta bekerja apabila
  orangtua memaksa anaknya untuk menempuh perkuliahan demi menatap masa depan yang
  lebih baik
- Biaya perkuliahan yang terlalu mahal sehingga anak berpikir ulang supaya perekonomian
  orangtua bisa stabil dan tidak terbebani dengan perkuliahan anaknya
- Anak bisa survive dengan teman-teman satu frekuensi atau orang-orang di sekitar rumah
  meskipun anaknya tidak menempuh perkuliahan

Note:
Informasi ini saya dapatkan dari hasil pengalaman serta analisa saya selama saya berteman dan mengobrol dengan teman-teman satu frekuensi

Friday, 18 March 2022

KRITIK POSITIF (KRITIK YANG MEMBANGUN) & KRITIK NEGATIF (KRITIK SECARA BERLEBIHAN)

Kritik Positif (Kritik Yang Membangun) & Kritik Negatif (Kritik secara Berlebihan)


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Tanggal Pembuatan: 18 Maret 2022 18.18 WIB
Di-Edit Tanggal: 17 April 2022 15.30 WIB


Pengertian Kritik Positif (Kritik Yang Membangun) & Kritik Negatif (Kritik secara Berlebihan)
Kritik positif merupakan suatu kritikan yang memberikan motivasi ke anak atau mengevaluasi sikap dan perilaku anak mengenai kesalahan-kesalahan tersebut, sedangkan kritik negatif merupakan suatu kritik yang memberikan tekanan ke anak serta tidak memberikan motivasi ke anak atau mengevaluasi sikap dan perilaku anak mengenai kesalahan-kesalahan tersebut

 Penyebab Orangtua Memberikan Kritik Negatif (kritik secara berlebihan) ke Anak
- Orangtua terlalu banyak menuntut ke anak
- Orangtua tidak bisa membedakan kritik negatif dengan kritik positif
- Terlalu banyak kalimat-kalimat dari orangtua yang membuat anak tersebut tersinggung
  dan memiliki perasaan sakit hati
- Orangtua tidak belajar dari kesalahan-kesalahan yang dialami selama hidupnya
- Anak selalu disalahkan apabila anak tersebut tidak memiliki kesalahan atau anak ingin
  membuat kebaikan kepada kedua orangtua
- Orangtua berusaha mencari kesalahan anaknya yang sebenarnya kesalahan
  tersebut bukan sepenuhnya kesalahan anaknya
- Orangtua selalu mengkritik anaknya tanpa memberikan solusi yang tepat
- Orangtua sering memarahi anaknya apabila anak mendapatkan nilai E setelah
  berakhirnya semester perkuliahan

Perbedaan Kritik Positif (Kritik Yang Membangun) & Kritik Negatif (Kritik secara Berlebihan)
Kritik Positif (Kritik Yang Membangun)
- Menerima kritikan dengan lapang dada, menerima kritik dari orang lain serta tidak
  mudah marah ketika mendapatkan kritik dari orang lain
- Tidak sering mengeluh
- Bekerja keras dalam melakukan suatu pekerjaan
- Tidak mudah baperan dan tersinggung saat anaknya membela kebenaran
- Memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sudah diri sendiri alami
- Tidak mencari-cari kesalahan yang orang lain alami dengan dalih mengejek
  keburukan orang lain, membanding-bandingkan kesuksesan anaknya
  dengan orang lain, dan lain sebagainya
- Mudah memaafkan kesalahan orang lain
- Orangtua tetap mendukung anaknya meskipun anaknya bekerja bersama
  orang lain, termasuk teman sendiri & anak merasa nyaman apabila anak bekerja
  dengan orang lain, termasuk teman sendiri
- Memikirkan masa depan anaknya dengan cara tidak memandang remeh mengenai
  bakat, minat, serta skill anaknya
- Melihat dari semua sisi
- Orangtua tetap bersyukur memiliki anaknya yang telah bekerja keras mencari rezeki
- Orangtua menjelaskan ke anak mengenai kerasnya kehidupan di dunia kerja untuk pertama
  kalinya serta orangtua mencari solusi yang tepat agar anak tersebut tetap fokus sekolah dan
  bekerja demi meraih masa depan yang lebih baik

Kritik Negatif (kritik secara berlebihan)
- Tidak menerima kritikan dengan lapang dada, tidak menerima kritikan
  dari orang lain, serta mudah marah ketika mendapatkan kritikan dari
  orang lain
- Tidak memikirkan masa depan anaknya dengan memandang remeh
  bakat, minat, serta skill anaknya
- Mudah baperan dan tersinggung saat anaknya membela kebenaran
- Sering mengeluh
- Hanya melihat dari satu sisi
- Berusaha mencari kesalahan anak dengan dalih menuduh bahwa anak
  tersebut menjadi biang kerok dari kesalahan atau permaslahan tersebut
- Membuat anak menjadi down (baca: penurunan performa atau penurunan karier)
- Tidak memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sudah diri sendiri alami
- Mencari-cari kesalahan yang orang lain alami dengan dalih mengejek
  keburukan orang lain, membanding-bandingkan kesuksesan anaknya
  dengan orang lain, dan lain sebagainya
- Sering menghujat film atau sinetron yang anak tonton
- Menghalangi anaknya untuk mencari rezeki
- Orangtua tidak menjelaskan ke anak mengenai kerasnya kehidupan di dunia
  kerja untuk pertama kalinya serta orangtua tidak mencari solusi yang tepat
  agar anak tersebut tetap fokus sekolah dan bekerja demi meraih masa depan
  yang lebih baik

Note:
Informasi ini saya dapatkan dari hasil pengalaman serta analisa saya selama saya berteman dan mengobrol dengan teman-teman satu frekuensi & pengalaman serta analisa saya 

.......

INGAT!
Anak akan memilih film atau sinetron yang anak tonton apabila orangtua melarang anak menonton film atau sinetron yang sesuai dengan genre film atau sinetron

Wednesday, 16 March 2022

PENYEBAB ANAK TIDAK MUDAH PERCAYA KEPADA ORANGTUANYA

 Penyebab Anak Tidak Mudah Percaya kepada Orangtuanya


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Tanggal Pembuatan: 17 Maret 2022 05.15 WIB


- Orangtua ingin anak kandung bersaing dengan anak orang lain sehingga anak ingin
  bekerja sendiri tanpa memerlukan bantuan dari orangtua
- Orangtua sering membandingkan anak kandung dengan anak orang lain mengenai
  kesuksesan anaknya
- Orangtua sering ikut campur mengenai pergaulan anaknya sehingga anak terganggu
  dengan pertemanan di media sosial
- Orangtua tidak menerima kritikan apapun ke anaknya sehingga anak tidak tahu harus
  melakukan sesuatu ke orangtua
- Anak harus mematuhi serta menuruti semua aturan yang dibuat oleh orangtua dan
  anak tersebut tidak nyaman dengan aturan-aturan yang menuai kontroversi
- Pemikiran orangtua belum terbuka
- Orangtua tidak mengetahui gangguan mental yang dialami oleh anak sehingga anak akan
  berpikir kalau orangtua hanya menyayangi anaknya dari luarnya bukan dari luar hingga
  dalam
- Orangtua terlalu banyak mengatur mengenai keinginan serta perasaan anaknya
- Tidak ada ruang khusus privasi untuk anak
- Orangtua akan mencari alasan apapun ke anak apabila anak tersebut tidak mau mengikuti
  aturan yang dibuat oleh orangtua
- Orangtua terlalu memikirkan plandemi kopid dibandingkan dengan kesehatan
  mental anaknya 
- Orangtua mudah lebay, parno, dan panik dalam menghadapi situasi plandemi kopid
- Orangtua suka berbohong ke anak sehingga anak akan berpikir kalau perbuatan berbohong
  adalah suatu hal yang lumrah disampaikan ke anak
- Orangtua sering mengingkar janji yang anak inginkan sehingga anak akan berpikir kalau
  mengingkar janji adalah suatu hal yang lumrah dilakukan ke anak
- Orangtua melarang anaknya untuk berbagai macam hal, seperti menonton pertandingan
  sepakbola di malam hari, melarang anaknya menonton sinetron yang genre-nya sesuai dengan
  tontonan anak, dan lain sebagainya
- Orangtua memiliki rasa keingintahuan yang tinggi (baca: kepo terlalu tinggi) ke anak
- Orangtua mudah terprovokasi dengan sikap dan perilaku anaknya
- Adanya ancaman yang dilakukan orangtua ke anak sehingga anak gelisah dengan perilaku
  orangtuanya
- Orangtua lebih sering menuntut ke anaknya dalam bentuk apapun, seperti anak diwajibkan
  menempuh perkuliahan oleh kedua orangtua, anak diwajibkan ikut ke suatu tempat dengan
  dalih supaya anak tidak bosan berada di rumah, dan lain sebagainya

Note:
Informasi ini saya dapatkan dari hasil pengalaman saya selama hidup serta analisa saya selama saya tinggal bersama orangtua

PENYEBAB ANDA SUKA MENGANTUK & ALASAN MENGANTUK DI PAGI HARI

  Penyebab Anda Suka Mengantuk & Alasan Anda Mengantuk di Pagi Hari
Penyebab Anda suka mengantuk saat atau mengantuk setelah beraktivitas
- Dehidrasi karena kekurangan air mineral
- Kelelahan akibat bekerja terlalu banyak atau terlalu banyak pikiran yang
  belum dijalankan
- Begadang
- Bosan karena terlalu lama di rumah

Alasan Anda mengantuk di pagi hari
- Begadang karena ada tugas dari atasan (baca: tugas dari sekolah, dosen atau
  HRD) atau menonton pertandingan sepakbola
- Cuaca di pagi hari sangat dingin sehingga mudah mengantuk
- Dehidrasi karena kekurangan air mineral
- Kelelahan akibat mengangkat barang terlalu berat
- Bosan karena terlalu lama di rumah

INI FAKTA BUKAN HOAX: WABAH KORUPSI & PEMBERITAAN DARI MEDIA-MEDIA MAINSTREAM LEBIH BERBAHAYA KETIMBANG KOPID ITU SENDIRI

Pengertian, Tujuan Kopid, Ciri-ciri Orang-Orang Yang Percaya sama Kopid, Penyebab Plandemi Kopid disebut sebagai Penyakit Biasa dan Terkesan Dilebih-lebihkan oleh Pemerintah Indonesia,  Bukti nyata kalau Pemberitaan dari Media-Media Mainstream Lebih Berbahaya ketimbang Kopid itu sendiri, Cara Menghindari Rasa Ketakutan serta Kecemasan Yang Berlebihan dari Plandemi KopidCara Mengedukasi Orang-Orang di sekitar Anda Yang Baik & Benar, serta Pelajaran Yang Bisa Anda Ambil dari Rasa Ketakutan serta Kecemasan Yang Berlebihan dari Plandemi Kopid


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Tanggal Pembuatan: 17 Maret 2022 05.11 WIB


Pengertian Plandemi Kopid
Plandemi Kopid merupakan suatu penyakit biasa yang dilebih-lebihkan oleh Pemerintah Indonesia serta media-media mainstream untuk meraup suatu keuntungan bagi para penguasa serta para pendukungnya

Tujuan diciptakannya Plandemi Kopid
- Ingin mengurangi populasi manusia di Bumi
- Ingin menciptakan kegaduhan sehingga pemerintah dunia, termasuk Pemerintah Indonesia
  mudah mengontrol populasi manusia di Bumi dengan membuat aturan-aturan yang
  kontroversi
- Menaikkan harga pangan sesuka hati Pemerintah Indonesia sehingga Rakyat Indonesia
  kesulitan membeli bahan pangan, seperti minyak goreng, telur, gas, tahu, tempe, dan lain
  sebagainya
- Ingin menciptakan dunia multiverse dengan meliburkan sekolah, kampus, dan tempat kerja
  dan belajar & bekerja di rumah dengan dalih bahwa kopid itu ada dan nyata. Bahkan,
  minyak goreng langka akibat minyak kelapa sawit dibakar habis oleh Pemerintah Indonesia
  untuk kebutuhan infrastruktur yang diinginkan oleh para penguasa serta ketidakbecusan
  Pemerintah Indonesia
- Supaya pemerintah dunia, termasuk Pemerintah Indonesia, bisa merampas serta merampok
  dari uang rakyat demi menguasai harta kekayaan pribadi serta kelompok
- Ingin menciptakan kebohongan-kebohongan dengan memberitakan mengenai kopid di
  media-media mainstream supaya  Rakyat Indonesia mudah percaya dengan pemberitaan di
  media-media mainstream serta mematuhi segala jenis aturan yang dibuat oleh Pemerintah
  Indonesia yang penuh kontroversi dan penuh drama
- Supaya Rakyat Indonesia tidak menyadari bahwa Pemerintah Indonesia sedang
  merampas serta merampok uang rakyat dengan cara berjualan PCR, Swab Anti-Kopid,
  serta pakcin kopid yang dibantu oleh dokter-dokter yang menawarkan diri untuk
  menjadi satgas anti-kopid dan uang tersebut dipakai untuk melakukan korupsi bukan
  dipakai untuk mensejahterakan serta keselamatan Rakyat Indonesia

Ciri-ciri Orang-Orang Yang Percaya sama Kopid
- Terlalu percaya dengan pemberitaan di media-media mainstream
- Tetap melakukan pemaksaan pakcin kopid dan tidak memikirkan efek
  samping yang panjang mengenai pakcin kopid, baik itu kandungan yang ada
  di dalam pakcin kopid, tanggal kadaluwarsa pemakaian pakcin kopid maupun
  jumlah korban yang meninggal dunia ataupun korban yang mengalami kelumpuhan
  akibat pakcin kopid
- Sering mengingatkan agar menjaga kontratokol kesehatan yang diberikan oleh
  WHO (World Hoax Organization)
- Tidak memikirkan hal-hal yang lebih penting daripada pakcin kopid
- Kebenaran selalu dibungkam oleh orang-orang di sekitar Anda untuk membela
  suatu kebenaran atau mengungkapkan fakta yang sebenarnya
- Hanya mengetahui efek samping mengenai pakcin kopid bahwa tubuh korban
  yang telah di-pakcin kopid akan merasakan pegal-pegal
- Takut melawan keadilan mengenai kopid
- Tidak bersyukur karena Allah sudah menciptakan pakcin alami bukan pakcin
  yang disuntik menggunakan jarum suntik
- Lebih percaya dengan pemberitaan di media-media mainstream ketimbang
  orang-orang di sekitar Anda mengenai kopid & pakcin kopid
- Tidak memikirkan nasib Indonesia ke depan, terutama anak-anak generasi
  penerus bangsa yang dipaksa pakcin kopid akibat tidak adanya kesadaran
  dari para orangtua sehingga Pemerintah Indonesia senang karena Pemerintah
  Indonesia mengambil keuntungan dari hasil penjualan pakcin kopid, PCR, dan
  Swab Anti-Kopid. Hasil penjualan tersebut dipakai untuk menambah utang
  negara dan menyelesaikan infrastruktur bukan untuk kesejahteraan serta
  keselamatan Rakyat Indonesia ke depan
- Rakyat Indonesia tidak menyadari bahwa Rakyat Indonesia diciptakan ke dunia
  oleh Allah Ta'ala bukan diciptakan ke dunia oleh Pemerintah Indonesia

INI FAKTA BUKAN HOAX: Penyebab Plandemi Kopid disebut sebagai
penyakit biasa dan terkesan dilebih-lebihkan oleh Pemerintah Indonesia
- Harga pangan seperti minyak goreng, telur, gas, tahu, tempe, dan lain sebagainya
  menjadi naik. Bahkan, Pemerintah Indonesia terang-terangan menuduh dan memfitnah
  ibu-ibu karena ibu-ibu sudah menimbun minyak goreng untuk dijadikan stok di rumah
- Pemerintah Indonesia berupaya menambah utang negara dengan cara biaya keberangkatan
  haji & umroh dinaikkan oleh Pemerintah Indonesia tanpa memikirkan kesejahteraan serta
  keselamatan Rakyat Indonesia
- Pemerintah Indonesia ingin meraup keuntungan pribadi serta kelompok tanpa memerhatikan
  kesejahteraan serta keselamatan Rakyat Indonesia dengan cara memaksa Rakyat Indonesia
  di-pakcin kopid demi membangun IKN di Kalimantan serta membangun korupsi besar-besaran
- Rakyat Indonesia menjadi bingung karena Pemerintah Indonesia mewajibkan
  Rakyat Indonesia menggunakan BPJS Kesehatan apabila Rakyat Indonesia ingin membeli
  hak jual-beli tanah
- Terjadinya kegaduhan serta kericuhan antar-warga, seperti kericuhan KKB yang melibatkan
  Polri & TNI, kericuhan di Desa Wadas mengenai penambangan, dan lain sebagainya
- Banyaknya korban meninggal dunia atau korban mengalami lumpuh di anggota tubuhnya
  akibat di-pakcin kopid

Bukti nyata kalau pemberitaan dari
media-media mainstream lebih berbahaya ketimbang kopid itu sendiri
- Orang-orang mudah parno serta panik secara berlebihan mengenai kasus kopid
  naik atau ada tetangga yang meninggal akibat kopid
- Orang-orang mudah percaya dengan pemberitaan mengenai kopid dari
  media-media mainstream ketimbang mendengarkan mencari kebenaran dari
  netizen-netizen Indonesia yang pemikirannya masih sehat serta masih berakal
  sehat, mendengarkan ucapan anak yang pemikirannya masih sehat atau
  mendengarkan para pegiat media sosial serta salah satu mantan Kementerian
  Kesehatan Republik Indonesia era Pak SBY yang membela kebenaran mengenai
  stop mandatory pakcin kopid di youtube, seperti channel youtube Babeh Aldo,
  akun instagram @pureblood.id, akun instagram @t3luuur, channel youtube Siti
  Fadhilah, dan lain sebagainya
- Sebagian besar Rakyat Indonesia tidak mengetahui bahwa harga minyak goreng,
  gas, kedelai, telur, dan harga-harga lainnya 
- Mempekerjakan orang-orang di kursi jabatan Pemerintah Indonesia yang bukan ahlinya
- Pemerintah Indonesia sedang melakukan bisnis PCR, Swab Anti-Kopid, serta
  pakcin kopid supaya Pemerintah Indonesia bisa menyelesaikan infrastruktur
  demi menyenangkan hati para penguasa & para pendukung serta menambah
  utang negara
- Dokter Terawan dipecat dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) & dilengserkan dari
  Kemenkes RI Periode 2019-2024 era Jokowi-Ma'ruf Amin karena membela suatu
  kebenaran atau mengungkapkan fakta yang sebenarnya

INI FAKTA BUKAN HOAX:
Cara Menghindari Rasa Ketakutan serta Kecemasan dari Ancaman Plandemi Kopid
- Mengganti kata pandemi covid dengan PLANDEMI KOPID atau mengganti
  kata pandemi covid dengan PANDEMI BISNIS HARAM
- Menjaga pola makan, menjaga kesehatan, serta istirahat yang cukup
- Tidak melakukan tes PCR dan Swab Anti-Kopid apabila Anda sedang tidak
  enak badan atau melakukan kegiatan lain yang mewajibkan PCR & Swab Anti-Kopid
  karena PCR dan Swab Anti-Kopid merupakan BISNIS YANG SEBENARNYA
- Tetap berikhtiar dengan TIDAK membaca berita mengenai kopid dari
  media-media mainstream serta TIDAK menyebarkan berita mengenai kopid
  ke teman, keluarga Anda ataupun orang-orang tersayang agar tidak menimbulkan
  kepanikan secara berlebihan
- JANGAN PERNAH MENGUCAPKAN KATA "IKHTIAR" DENGAN DALIH
  MEWAJIBKAN ORANGTUA ATAU ANAKNYA DI-PAKCIN KOPID KARENA
  PAKCIN KOPID ITU ADALAH SUATU HAK BAGI SEMUA ORANG BUKAN
  SUATU KEWAJIBAN LAYAKNYA SHALAT 5 WAKTU BAGI RAKYAT
  INDONESIA YANG BERAGAMA ISLAM (Islam Garis Lurus bukan Islam KTP)!
- Tetap melakukan kontratokol kesehatan dengan menerapkan 4T & 1S
  (Terserah mau pakai masker atau tidak, Selalu menjaga kesehatan, mengatur
  pola makan, istirahat yang cukup, Tetap berkerumun meskipun keadaan sedang
  mendesak, dan Tetap mencuci tangan setelah memegang kucing, sebelum dan
  setelah makan, serta mencuci tangan setelah mengupil)
- Tidak melakukan pemaksaan pakcin kopid kepada keluarga atau anak Anda
- Selalu berpikir positif dengan mencari kegiatan-kegiatan yang bermanfaat
- Jangan pernah takut bertemu dengan orang lain karena orang lain merupakan
  manusia biasa. Anda hanya takut kepada Allah Ta'ala
- Jangan mudah percaya dengan data-data jumlah kematian kasus kopid dari
  media-media mainstream karena data-data tersebut bisa dimanipulasi atau
  diubah sesuka hati tanpa mementingkan keselamatan Rakyat Indonesia

INGAT!
   Pemberitaan dari media-media mainstream serta korupsi besar-besaran yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia merupakan virus yang sesungguhnya karena pemberitaan mengenai kopid yang berasal dari media-media mainstream lebih berbahaya penyebaran kopid ketimbang kopid itu sendiri karena media-media mainstream berasal dari media-media propaganda yang SENGAJA membuat pemberitaan mengenai kopid varian baru agar Rakyat Indonesia mematuhi segala aturan-aturan Pemerintah Iindonesia yang pemikirannya hanya mementingkan keuntungan pribadi serta kelompok, mengalihkan isu demi kepentingan pribadi dan kelompok bukan kepentingan seluruh Rakyat Indonesia,
serta Rakyat Indonesia dibuat kegaduhan oleh Pemerintah Indonesia supaya Pemerintah
Indonesia mendapatkan keuntungan dari hasil pasien-pasien yang positif kopid dan pasien-
pasien yang positif kopid membeli obat-obat kimia yang berasal dari rumah sakit agar rumah
sakit memberikan keuntungan ke Pemerintah Indonesia untuk menambah utang negara serta
menambah keuntungan pribadi maupun kelompok tertentu tanpa memikirkan kesejahteraan
serta keselamatan Rakyat Iindonesia
    Satu lagi, kopid hanya berlaku sebelum Puasa Ramadhan tiba karena Pemerintah Indonesia membuat aturan yang aneh-aneh, seperti tidak boleh mudik ke kampung halaman atau pulang kampung untuk bertemu dengan keluarga sambil menikmati Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Indonesia tidak membuat peraturan mengenai larangan merayakan Natal & Tahun Baru, Tahun Baru Imlek, Hari Raya Nyepi, dan dan lain sebagainya

Cara Mengedukasi Orang-Orang di sekitar Anda Yang Baik & Benar
- Tidak melakukan pemaksaan pakcin kopid ke orang-orang di sekitar Anda
- Saling mengingatkan ke orang-orang di sekitar Anda agar tidak terpengaruh dengan
  pemberitaan di media-media mainstream dan Tetap percaya bahwa Pemerintah
  Indonesia sedang menghancurkan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)
  dari dalam agar Indonesia dikuasai oleh pihak asing & aseng, serta Rakyat Indonesia
  lebih percaya dengan segala jenis aturan yang dibuat oleh Pemerintah Indonesia,
  baik itu aturan Pemerintah Indonesia yang menimbulkan kegaduhan seluruh
  Rakyat Indonesia ataupun aturan Pemerintah Indonesia yang melanggar aturan 
  Allah  Ta'ala, dan mengikutinya ketimbang mengikuti aturan yang Allah Ta'ala buat
- Tetap melakukan kontratokol kesehatan dengan menerapkan 4T & 1S
  (Terserah mau pakai masker atau tidak, Selalu menjaga kesehatan, mengatur
  pola makan, istirahat yang cukup, Tetap berkerumun meskipun keadaan sedang
  mendesak, dan Tetap mencuci tangan setelah memegang kucing, sebelum dan
  setelah makan, serta mencuci tangan setelah mengupil)
- Tidak melakukan tes PCR & Swab Anti-Kopid

_______

Pelajaran yang bisa Anda ambil dari
rasa ketakutan serta kecemasan dari ancaman plandemi kopid
- Jangan mudah tertipu, dibohongi dengan pemberitaan di media-media mainstream,
  serta jangan mau dibodohi dengan aturan-aturan Pemerintah Indonesia yang sudah
  menyalahi wewenang Undang-Undang Dasar, seperti perubahan logo Halal dari
  MUI ke Kemenag, mencatat ustaz-ustaz yang ceramahnya di-cap radikal,
  membubarkan FPI oleh Pemerintah Indonesia, dan lain sebagainya
- Anda WAJIB melawan pemaksaan pakcin kopid dengan cara membuat surat penolakan
  pakcin kopid bagi anak-anak dan dewasa apabila serta menyerahkan surat penolakan
  pakcin kopid ke satgas anti-kopid terdekat apabila keluarga Anda dipaksa untuk di-pakcin
  kopid
- Carilah dokter-dokter yang sesuai dengan bidangnya dan dokternya tidak dicampur
  dengan influencerseperti dr. Louis Owien, dr. Siti Fadilah Supari, dr. Terawan. Jangan
  mencari dokter-dokter yang kerjanya hanya ingin menakut-nakuti Rakyat Indonesia
  mengenai kopid dan kewajiban untuk pakcin kopid, seperti dr. sepatu (dr. Tirta), dan
  dokter-dokter lain yang tidak sesuai dengan bidangnya dan tidak memikirkan
  kesejahteraan serta keselamatan Rakyat Indonesia
- Tetap semangat dalam membela kebenaran. Abaikan perkataan orang-orang di sekitar
  Anda yang membicarakan bahwa kopid itu berbahaya dan mematikan, pakcin kopid
  atau orang-orang yang ingin menakut-nakuti Anda mengenai kopid dan pakcin kopid
- Hindari orang-orang yang membicarakan mengenai kopid dan pakcin kopid & bertemanlah
  dengan orang-orang yang selalu membela kebenaran dan selalu berpikir positif menghadapi
  plandemi kopid

_________

APAKAH ANDA MASIH MELAKUKAN PUREBLOOD?
KALAU MASIH MELAKUKAN PUREBLOOD, PERTAHANKAN!

APAKAH ANDA MASIH TIDAK PERCAYA KALAU KOPID ITU TIDAK BERBAHAYA & MEMATIKAN? KALAU ANDA MASIH TIDAK PERCAYA KALAU KOPID ITU TIDAK BERBAHAYA & MEMATIKAN, SELAMAT! ANDA TERMASUK KE ORANG-ORANG YANG BERPIKIRAN CERDAS, BERPIKIR DENGAN BERAKAL SEHAT, DAN TIDAK MUDAH TERPENGARUH DENGAN PEMBERITAAN DI MEDIA-MEDIA MAINSTREAM SERTA TIDAK TERPENGARUH DENGAN UCAPAN ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA MENGENAI KOPID!

.........


SAYA ITU MANUSIA BIASA. SAYA ITU BUKAN ROBOT YANG LEBIH MENYUKAI MENURUTI SEGALA JENIS ATURAN-ATURAN PEMERINTAH INDONESIA YANG DIBUAT SESUKA HATI UNTUK MENYENANGKAN HATI PARA PENGUASA SERTA PENDUKUNGNYA.

APABILA RAKYAT INDONESIA TIDAK SUKA DENGAN SEGALA JENIS ATURAN PEMERINTAH INDONESIA, LAWAN! LAWAN KETIDAKADILAN DENGAN CARA MENGKRITIK PEMERINTAH INDONESIA SECARA BIJAK, MEMBERIKAN SURAT PENOLAKAN PAKCIN KOPID BAGI RAKYAT INDONESIA YANG PEMIKIRANNYA MASIH SEHAT DAN TIDAK TERPENGARUH DENGAN MEDIA-MEDIA MAINSTREAM SERTA ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA YANG MEMBICARAKAN MENGENAI KOPID & PAKCIN KOPID, DAN LAIN SEBAGAINYA

INGAT! LAWAN KETIDAKADILAN DENGAN MENGUNGKAPKAN KEBENARAN YANG SEBENARNYA MERUPAKAN SUATU TANTANGAN YANG BERAT. ANDA HARUS SEMANGAT DALAM MENGUNGKAPKAN KEBENARAN KARENA MASIH BANYAK ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA YANG BEGITU PANIK DENGAN PLANDEMI KOPID ATAU PANDEMI BISNIS HARAM YANG SEBENARNYA WABAH INI SENGAJA DIBUAT UNTUK MENUTUP KEBENARAN & MENYEBARKAN BERITA BOHONG KE RAKYAT INDONESIA AGAR RAKYAT INDONESIA MUDAH DIBODOHI OLEH PEMERINTAH INDONESIA SERTA PEMERINTAH INDONESIA MUDAH DALAM MENGONTROL MANUSIA DAN LUPA DENGAN ALLAH TA'ALA YANG MENCIPTAKAN MANUSIA KE DUNIA



Note:
Informasi ini saya dapatkan berdasarkan hasil analisa serta penelitian saya dari postingan-postingan yang ada di akun instagram, melihat komentar-komentar netizen Indonesia dari akun instagram, serta menonton pembahasan mengenai membela kebenaran berupa STOP MANDATORY PAKCIN KOPID, STOP BISNIS PCR & SWAB ANTI-KOPID, #cabutdaruratplandemi, dan lain sebagainya di channel youtube Babeh Aldo

#TidakPercayaKopid                                                                   #StopMandatoryPakcinKopid
#CabutDaruratPlandemi                                                            #TolakPCRdanSwabAntiKopid
#SalamAkalSehat