Alasan & Akibat Orangtua Tidak Mendidik Anaknya dengan Baik
Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman
Tanggal Pembuatan: 18 Mei 2022 21.48 WIB
Alasan Orangtua Tidak Mendidik Anaknya dengan Baik
- Orangtua memiliki sifat egois yang tinggi ke anaknya
- Orangtua ingin menutupi kesalahan yang orangtua lakukan ke anak dengan membuat
kebohongan ke anaknya dan membuat janji-janji palsu ke anaknya dengan dalih supaya
anaknya tidak mengingat kembali kesalahan yang sudah orangtua lakukan ke anak
- Orangtua tidak memiliki rasa empati yang tinggi ke anak sehingga rencana dan masa depan
anaknya menjadi tidak jelas/ berantakan
- Orangtua lebih menyukai menghujat anaknya ketimbang mendengarkan kritikan dari anaknya
- Orangtua lebih menyukai membandingkan anak kandung dengan anak orang lain, baik itu
anak dari saudara sendiri maupun anak dari teman sendiri, ketimbang mencari solusi yang tepat
untuk anaknya
- Orangtua ingin melihat anaknya menderita sehingga anak tidak berdaya di hadapan kedua
orangtuanya
- Orangtua berusaha mengancam anaknya dengan segala macam cara, seperti orangtua
mengancam anaknya dengan ikut bersama keluarga inti ke suatu tempat dengan dalih supaya
kamu tidak merasakan bosan di rumah, orangtua mengancam anaknya dengan menyuruh
anaknya untuk memutus pertemanan dengan dalih supaya anaknya tidak mudah terpengaruh
dengan sikap dan perilaku teman-teman satu frekuensi, dan lain sebagainya
-
Akibat Orangtua Tidak Mendidik Anaknya dengan Baik
- Anak tidak akan mudah percaya dengan ucapan orangtua meskipun perkataan
orangtua benar
- Anak menjadi sasaran korban bullying, baik itu menjadi korban bullying di sekolah, media
sosial maupun keluarga inti sendiri
- Anak akan mengingat memori-memori buruk ketika orangtua membuat kekerasan, baik itu
kekerasan fisik maupun kekerasan verbal, ke anaknya serta orangtua membicarakan keburukan
teman anaknya ke keluarga temannya
- Orangtua akan mengatur anaknya dengan segala macam cara, seperti orangtua melarang
anaknya bekerja dengan teman-teman satu frekuensi, orangtua melarang anaknya memiliki
teman satu frekuensi, orangtua memaksa anaknya menempuh perkuliahan dengan dalih
orangtua ingin membuat anaknya bangga dengan gelar sarjana serta ijazah yang ia capai,
dan lain sebagainya
- Anak berusaha mencari teman yang cocok untuk diajak mengobrol (baca: mencari teman
satu frekuensi) ketimbang memaksakan anaknya mengobrol dengan orangtua
- Anak mudah memiliki perasaan sakit hati ke orangtuanya dan anak pun memiliki perasaan
tidak enak ke orang lain ketika anaknya sedang berkunjung ke rumah teman yang belum pernah
dikunjungi atau anaknya yang mengobrol dengan nomor yang belum dikenal di media sosial,
baik itu Instagram, Whatsapp maupun Tiktok
- Anak akan memilih kucing sebagai alternatif pertemanan dibandingkan berteman dengan
teman seumuran
- Masa depan anak menjadi hancur karena perlakuan orangtua yang bersikap dan berperilaku
semena-mena ke anak
- Anak akan berusaha merahasiakan teman-teman anaknya, mulai dari nama teman anaknya,
punya teman berapa, dan tinggal di mana teman anaknya tersebut, apabila orangtua bersikap
dan berperilaku seperti itu ke anak, seperti orangtua sering membandingkan anak dengan
teman anaknya, orangtua sering menghujat anaknya karena teman anaknya sudah sukses
dengan menempuh perkuliahan, dan lain sebagainya
- Orangtua akan mencari kesalahan-kesalahan anaknya apabila anak tersebut tidak menuruti
kedua orangtua
- Kehidupan anak menjadi tertekan akibat ulah orangtua selalu menyalahkan anaknya ketika
anak tersebut tidak membuat kesalahan satu pun
#RIPKeadilan
________________
INGAT! ANAK MENCERMINKAN SIKAP & PERILAKU ORANGTUA. ANAK AKAN MENIRU SIKAP & PERILAKU ORANGTUANYA APABILA ORANGTUA MELAKUKAN SEPERTI ITU KE ANAKNYA. JANGAN SALAHKAN ANAKNYA APABILA ANAKNYA MELAKUKAN PERLAWANAN KE ORANGTUA DENGAN CARA MEMBERONTAK, MEMARAHI, MEMBERIKAN KRITIKAN PEDAS KE ORANGTUA, DAN LAIN SEBAGAINYA.
No comments:
Post a Comment