Sunday, 29 May 2022

PENYEBAB ANAK KECEWA DENGAN SIKAP & PERILAKU ORANGTUA

 Penyebab Anak Kecewa dengan Sikap & Perilaku Orangtua


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Tanggal Pembuatan: 30 Mei 2022 11.45 WIB
Tanggal Edit: 30 Mei 2022 12.00 WIB


- Orangtua lebih menyukai menghujat serta menghina anaknya bahwa anak
  tersebut tidak memiliki bakat, minat, serta skill
- Orangtua sering membandingkan anak kandung dengan orang lain, seperti
  orangtua membandingkan anak dengan tukang jualan keliling di depan komplek
  rumahnya, orangtua membandingkan anak dengan anak dari tetangga mengenai
  tempat tinggal, dan lain sebagainya
- Anak tidak mendapatkan dukungan lebih dari orangtuanya mengenai pekerjaan
  yang diinginkan oleh anaknya
- Orangtua selalu menuntut anaknya untuk menyelesaikan pendidikan dengan
  mewajibkan anaknya menempuh perkuliahan ketimbang membebaskan anaknya
  bekerja dengan teman satu frekuensi atau bekerja sendiri
- Orangtua tidak belajar dari pengalaman orang lain mengenai kesuksesan yang
  mereka capai, seperti Kiesha Alvaro, Rassya Hdayah, Rey Bong, Zayyan Sakha,
  Daffa Syahputra, Noel Londok, Farras Fatik, Ali Fikry Assegaf, dan artis-artis
  generasi penerus bangsa lainnya
- Orangtua tidak bisa meluangkan waktunya untuk mencarikan pekerjaan anaknya
  yang sesuai dengan bakat, minat, serta skill
- Orangtua selalu mencari kesalahan anaknya
- Orangtua telah melanggar janji-janji yang pernah orangtua ucapkan kepada
  anaknya
- Orangtua memaksa anaknya menjadi anak introvert ketimbang anak ekstrovert
  atau anak ambivert
- Orangtua memaksa anaknya tidak memiliki banyak teman

Note:
Informasi ini saya dapatkan dari hasil pengalaman serta analisa saya selama saya tinggal bersama orangtua
 JADIKAN KONTEN BLOG DIARY IRFAN PSIKOLOGI & KESEHATAN MENTAL ANAK & ORANG YANG BERSANGKUTAN SEBAGAI PEMBELAJARAN KE DEPAN. JANGAN SAMPAI ORANGTUA MENYESAL DI KEMUDIAN HARI KARENA ORANGTUA SERING BERSIKAP & BERPERILAKU SEPERTI ITU KE ANAK KARENA ANAK ADALAH GENERASI PENERUS BANGSA




JANGAN SALAHKAN ANAKNYA APABILA ANAK MELAKUKAN SEPERTI ITU KE ORANGTUA. ANAK TIDAK SEGAN-SEGAN UNTUK MELAKUKAN PERLAWANAN KE ORANGTUA DENGAN SEGALA MACAM CARA, SEPERTI MEMBERONTAK, MEMARAHI, MEMBERIKAN KRITIKAN PEDAS KE ORANGTUA, DAN LAIN SEBAGAINYA, KARENA ANAK MENCERMINKAN SIKAP & PERILAKU ORANGTUA

Wednesday, 18 May 2022

ALASAN & AKIBAT ORANGTUA TIDAK MENDIDIK ANAKNYA DENGAN BAIK

Alasan & Akibat Orangtua Tidak Mendidik Anaknya dengan Baik


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Tanggal Pembuatan: 18 Mei 2022 21.48 WIB


Alasan Orangtua Tidak Mendidik Anaknya dengan Baik
- Orangtua memiliki sifat egois yang tinggi ke anaknya
- Orangtua ingin menutupi kesalahan yang orangtua lakukan ke anak dengan membuat
  kebohongan ke anaknya dan membuat janji-janji palsu ke anaknya dengan dalih supaya
  anaknya tidak mengingat kembali kesalahan yang sudah orangtua lakukan ke anak
- Orangtua tidak memiliki rasa empati yang tinggi ke anak sehingga rencana dan masa depan
  anaknya menjadi tidak jelas/ berantakan
- Orangtua lebih menyukai menghujat anaknya ketimbang mendengarkan kritikan dari anaknya
- Orangtua lebih menyukai membandingkan anak kandung dengan anak orang lain, baik itu
  anak dari saudara sendiri maupun anak dari teman sendiri, ketimbang mencari solusi yang tepat
  untuk anaknya
- Orangtua ingin melihat anaknya menderita sehingga anak tidak berdaya di hadapan kedua
  orangtuanya
- Orangtua berusaha mengancam anaknya dengan segala macam cara, seperti orangtua
  mengancam anaknya dengan ikut bersama keluarga inti ke suatu tempat dengan dalih supaya
  kamu tidak merasakan bosan di rumah, orangtua mengancam anaknya dengan menyuruh
  anaknya untuk memutus pertemanan dengan dalih supaya anaknya tidak mudah terpengaruh
  dengan sikap dan perilaku teman-teman satu frekuensi, dan lain sebagainya

Akibat Orangtua Tidak Mendidik Anaknya dengan Baik
- Anak tidak akan mudah percaya dengan ucapan orangtua meskipun perkataan
  orangtua benar
- Anak menjadi sasaran korban bullying, baik itu menjadi korban bullying di sekolah, media
  sosial maupun keluarga inti sendiri
- Anak akan mengingat memori-memori buruk ketika orangtua membuat kekerasan, baik itu
  kekerasan fisik maupun kekerasan verbal, ke anaknya serta orangtua membicarakan keburukan
  teman anaknya ke keluarga temannya
- Orangtua akan mengatur anaknya dengan segala macam cara, seperti orangtua melarang
  anaknya bekerja dengan teman-teman satu frekuensi, orangtua melarang anaknya memiliki
  teman satu frekuensi, orangtua memaksa anaknya menempuh perkuliahan dengan dalih
  orangtua ingin membuat anaknya bangga dengan gelar sarjana serta ijazah yang ia capai,
  dan lain sebagainya
- Anak berusaha mencari teman yang cocok untuk diajak mengobrol (baca: mencari teman
  satu frekuensi) ketimbang memaksakan anaknya mengobrol dengan orangtua
- Anak mudah memiliki perasaan sakit hati ke orangtuanya dan anak pun memiliki perasaan
  tidak enak ke orang lain ketika anaknya sedang berkunjung ke rumah teman yang belum pernah
  dikunjungi atau anaknya yang mengobrol dengan nomor yang belum dikenal di media sosial,
  baik itu Instagram, Whatsapp maupun Tiktok
- Anak akan memilih kucing sebagai alternatif pertemanan dibandingkan berteman dengan
  teman seumuran
- Masa depan anak menjadi hancur karena perlakuan orangtua yang bersikap dan berperilaku
  semena-mena ke anak
- Anak akan berusaha merahasiakan teman-teman anaknya, mulai dari nama teman anaknya,
  punya teman berapa, dan tinggal di mana teman anaknya tersebut, apabila orangtua bersikap
  dan berperilaku seperti itu ke anak, seperti orangtua sering membandingkan anak dengan
  teman anaknya, orangtua sering menghujat anaknya karena teman anaknya sudah sukses
  dengan menempuh perkuliahan, dan lain sebagainya
- Orangtua akan mencari kesalahan-kesalahan anaknya apabila anak tersebut tidak menuruti
  kedua orangtua
- Kehidupan anak menjadi tertekan akibat ulah orangtua selalu menyalahkan anaknya ketika
  anak tersebut tidak membuat kesalahan satu pun



#RIPKeadilan

________________

INGAT! ANAK MENCERMINKAN SIKAP & PERILAKU ORANGTUA. ANAK AKAN MENIRU SIKAP & PERILAKU ORANGTUANYA APABILA ORANGTUA MELAKUKAN SEPERTI ITU KE ANAKNYA. JANGAN SALAHKAN ANAKNYA APABILA ANAKNYA MELAKUKAN PERLAWANAN KE ORANGTUA DENGAN CARA MEMBERONTAK, MEMARAHI, MEMBERIKAN KRITIKAN PEDAS KE ORANGTUA, DAN LAIN SEBAGAINYA. 

Saturday, 14 May 2022

PENYEBAB ORANGTUA TIDAK MENGIZINKAN ANAKNYA KERJA & ALASAN ORANGTUA MENGIZINKAN ANAKNYA BEKERJA, BAIK ITU BEKERJA SEJAK USIA DINI, BEKERJA SEJAK SD MAUPUN BEKERJA SEJAK LULUS DARI SMA

  Penyebab Orangtua Tidak Mengizinkan Anaknya Bekerja & Alasan Orangtua Mengizinkan Anaknya Bekerja, baik itu Bekerja Sejak Usia Dini, Bekerja sejak SD maupun Bekerja sejak Lulus dari SMA


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Tanggal Pembuatan: 14 Mei 2022 14.45 WIB
Tanggal Publish Ulang: 14 Mei 2022 19.22 WIB


Sumber Konten Blog Berasal: Diary Irfan Motivator & Diary Irfan Pusat


 Penyebab Orangtua Tidak Mengizinkan Anaknya Bekerja,
baik itu Bekerja Sejak Usia Dini, Bekerja sejak SD maupun
Bekerja sejak Lulus dari SMA
- Orangtua berpikir bahwa anak tidak memiliki ilmu banyak sehingga orangtua
  memaksa anaknya untuk menempuh perkuliahan demi mendapatkan gelar
  sarjana
- Pemikiran orangtua tidak terbuka (baca: mainnya kurang jauh) sehingga
  orangtua mewajibkan anaknya menempuh perkuliahan dengan dalih
  mendapatkan gelar sarjana dan mendapatkan ijazah (baca: terlalu fanatik
  dengan pendidikan)
- Orangtua terlalu egois ke anak
- Orangtua tidak belajar dari pengalaman artis-artis generasi penerus bangsa yang
  sukses sejak usia dini, seperti Ali Fikry Assegaf, Zayyan Sakha, Rayensyah
  Rassya Hidayah, Naufal Ho, Nasar Anuz, Farras Fatik, Aqeela Calista, dan
  artis-artis generasi penerus bangsa lainnya
- Orangtua sering meremehkan bakat, minat, serta skill anaknya sehingga mental
  anak dalam mengembangkan bakat, minat, serta skill menurun
- Orangtua tidak mendukung anaknya dalam mengembangkan bakat, minat, serta
  skill dan orangtua akan memanfaatkan kesempatan dengan mencari kesalahan
  anaknya dengan dalih anaknya terlalu malas-malasan dan tidak serius dalam
  mengembangkan bakat, minat, serta skill
- Orangtua hanya ingin melihat anaknya sukses dengan mewajibkan anaknya
  menempuh perkuliahan tanpa membebaskan anaknya memilih mau menempuh
  perkuliahan terlebih dahulu setelah itu bekerja atau langsung bekerja tanpa
  menempuh perkuliahan terlebih dahulu
- Orangtua tidak memikirkan bahwa jumlah korban PHK di suatu perusahaan serta
  jumlah penggangguran di Indonesia makin meningkat. Hal tersebut disebabkan
  oleh tidak pedulinya para orangtua yang tidak mengizinkan anaknya bekerja
  dengan dalih anak tersebut tidak memiliki ilmu lebih serta anak tersebut dinilai
  malas-malasan sehingga orangtua mewajibkan anaknya menempuh perkuliahan
- Orangtua sering membandingkan anak yang memiliki ijazah dengan orang yang
  hanya lulus dari bangku SMA
- Orangtua sering menghujat orang yang hanya lulus dari bangku SMA dengan
  sebutan "orang yang hanya lulus dari bangku SMA (hanya) menerima pekerjaan di
  bidang OB (Office Boy)/ Cleaning Service di suatu perusahaan" atau "orang yang
  memiliki penghasilan rendah yang membuat orang tersebut bekerja demi
  membantu kedua orangtuanya yang jatuh miskin atau melawan dari penyakit yang
  orangtua derita" 


Alasan Orangtua Mengizinkan Anaknya Bekerja,
 baik itu Bekerja Sejak Usia Dini, Bekerja sejak SD maupun
Bekerja sejak Lulus dari SMA
- Orangtua ingin anaknya hidup mandiri dan tidak terlalu bergantung dengan
  orangtua
- Orangtua ingin anaknya belajar mengenai kerasnya masuk dunia kerja
  sejak usia dini atau sejak lulus dari SMA
- Anak memiliki niat baik ke orangtua mengenai rencana orangtua yang belum
  tercapai atau anak memiliki perencanaan yang belum tercapai, seperti
  memberangkatkan orangtua atau keluarga inti umroh, mengajak keluarga inti
  ke luar negeri, memberikan paket makanan ke orang-orang yang tidak mampu,
  dan lain sebagainya
- Orangtua ingin anaknya mencari teman semuruan atau teman satu frekuensi
  supaya anak bisa menemukan chemistry antara anak dengan teman seumuran
  atau teman satu frekuensi
- Orangtua ingin anaknya sukses dengan bekerja sambil sekolah
- Orangtua ingin anaknya belajar dari pengalaman orang-orang yang meraih
  kesuksesan sejak usia dini, seperti Nasar Anuz yang bermain di film
  Pengabdi Setan 1 & 2, sinetron Kun Anta 1-3, dan sinetron Pulung, Sinyo SR
  yang bermain di film Wonderful Life, sinetron Kun Anta 1-3, sinetron
  Jagoan Bola Go.... Go... Go..., sinetron Bola Koki, Rayensyah Rassya Hidayah
  yang bermain di film Habibie & Ainun 3, sinetron Kun Anta season 1, sinetron
  Dari Jendela SMP, dan film DJS The Movie: Biarkan Aku Menari, dan
  orang-orang yang meraih kesuksesan lainnya
- Anak menyadari bahwa mencari pekerjaan itu sangat sulit dan anak belajar dari
  pengalaman perusahaan/ toko swalayan yang bangkrut akibat para karyawan
  di-PHK atau perusahaan/ toko swalayan tersebut kalah bersaing dengan
  perusahaan/ toko swalayan lain, seperti Giant toko swalayan, Aladdin Depok
  Fantasi, perusahaan baju Centro, Bank Bukopin yang kini berganti nama menjadi
  Bank Korea Bukopin, dan perusahaan/ toko swalayan lainnya
- Anak menyadari bahwa membuka lapangan kerja di Indonesia sangatlah minim
  dan lapangan kerja di Indonesia dipenuhi oleh asing dan aseng
- Anak ingin diakui dan terkenal hingga memiliki para penggemar/ fans, namanya
  masuk ke Wikipedia Bahasa Indonesia, dan diundang ke stasiun TV Nasional
 seperti Zayyan Sakha, Ali Fikry Assegaf, dan Kiesha Alvaro

Sunday, 8 May 2022

PENYEBAB ORANGTUA SELALU MEMBANDINGKAN ANAK KANDUNG DENGAN ANAK ORANG LAIN, BAIK ITU ANAK DARI TEMAN SENDIRI MAUPUN ANAK DARI SAUDARA KANDUNG

 Penyebab Orangtua Selalu Membandingkan Anak Kandung dengan Anak Orang Lain,
baik itu Membandingkan Anak dari Teman Sendiri maupun Anak dari Saudara Kandung


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Tanggal Pembuatan: 8 Mei 2022 18.09 WIB
Tanggal Publish Ulang: 8 Mei 2022 18.32 WIB


- Orangtua tidak yakin dengan kemampuan anaknya
- Orangtua lebih sering melarang anaknya menonton sinetron yang mendidik
- Orangtua mudah baper serta tersinggung dengan ucapan anaknya
- Anak kehilangan harga diri akibat orangtua sering membandingkan anak kandung
  dengan anak orang lain
- Anak memiliki sikap yang berubah
- Anak tidak mudah percaya dengan ucapan orangtua yang selalu meyinggung kepada
  anaknya hingga orangtua membandingkan anak kandung dengan anak orang lain
- Orangtua lebih sering meminta anaknya untuk mencontohkan orang-orang yang sukses
  dengan cara menempuh perkuliahan demi orangtua bangga dengan pencapaian anaknya
  masuk perguruan tinggi ketimbang meminta anaknya untuk mencontohkan artis-artis
  generasi penerus bangsa
 

Saturday, 30 April 2022

PENYEBAB MENTAL ANAK RUSAK

 Penyebab Mental Anak Rusak


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Tanggal Pembuatan: 1 Mei 2022 08.10 WIB


- Orangtua terlalu menyalahkan anaknya sehingga hidup anak menjadi berantakan
- Orangtua terlalu meremehkan pekerjaan anaknya
- Orangtua melakukan kekerasan fisik dan verbal ke anak berupa memarahi anak yang tidak
  melakukan kesalahan, mengancam anak dengan mencabut WI-FI rumah apabila anak tidak
  menuruti perintah orangtua, dan lain sebagainya
- Orangtua terlalu panik dalam menghadapi suatu masalah
- Orangtua tidak memercayai anaknya untuk bekerja bersama teman-teman satu frekuensi
  ataupun bekerja sendiri demi meraih suatu kesuksesan serta membantu orangtua
  menambah rezeki
- Orangtua terlalu mengkritik anaknya sehingga anak mudah takut dalam menyampaikan suatu
  pendapat atau menyampaikan suatu kebenaran
- Orangtua terlalu mengharapkan anaknya mendapatkan gelar sarjana/ diploma serta
  mendapatkan ijazah perkuliahan ketimbang mengharapkan anaknya bekerja yang sesuai dengan
  bakat, minat, serta skill
- Orangtua tidak belajar dari pengalaman serta kesalahan-kesalahan yang orangtua alami ke
  anak
- Orangtua memaksa anaknya mengubah rencana yang anak rencanakan sejak awal
- Orangtua memaksa anaknya mencari teman seumuran ketimbang mencari teman-teman
  satu frekuensi
- Orangtua lebih memikirkan kepentingan pribadi ketimbang memikirkan nasib anaknya,
  baik itu nasib masa depan anaknya maupun kesehatan mental anaknya yang rusak oleh
  kedua orangtua
- Pertemanan anak dihancurkan oleh orangtua karena masalah sepele (masalah yang sebenarnya
  bisa diselesaikan secara kekeluargaan)

Tuesday, 19 April 2022

ALASAN KESEHATAN MENTAL LEBIH BERBAHAYA KETIMBANG KOPID (PANDEMI BUATAN YANG DIJADIKAN LAHAN BISNIS HARAM)

 Alasan Kesehatan Mental Lebih Berbahaya
Ketimbang Kopid (Pandemi Buatan Yang Dijadikan Lahan Bisnis Haram)


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Tanggal Pembuatan: 20 April 2022 05.00 WIB


Kesehatan Mental
- Lebih sulit disembuhkan meskipun orang tersebut sudah konsultasi ke psikolog mengenai
  penyakit yang diderita olehnya
- Memiliki rasa trauma dan sakit hati yang mendalam
- Menjadi korban bullying, baik itu korban bullying sama teman satu sekolah, teman-teman
  satu frekuensi maupun orangtua
- Tidak adanya kepanikan serta kekhawaitran yang muncul karena orang tersebut sudah
  terkena penyakit kesehatan mental
- Lebih sulit memahami kemauan orang yang terkena penyakit kesehatan mental
- Lebih mudah mengingat masa lalu yang suram atau kenangan pahit yang sulit dilupakan
- Munculnya perasaan baper
- Sulit menenangkan orang-orang yang terkena penyakit kesehatan mental
- Ingin menjatuhkan mental orang tersebut hingga orang tersebut tidak berdaya, seperti
  mengancam, memarahi, mencaci maki, dan lain sebagainya orang yang bersangkutan
  ketimbang memberikan solusi yang tepat untuk orang tersebut 
- Harga diri orang tersebut hilang total akibat orang tersebut menjadi korban bullying
  saat berada di sekolah, tempat kerja maupun kedua orangtua
- Tidak ingin orang yang bersangkutan bahagia
- Lebih suka membuat aturan-aturan yang kontroversi ketimbang orang yang bersangkutan
  bahagia, senang, dan nyaman

Kopid (Pandemi Buatan Yang Dijadikan Lahan Bisnis Haram)
- Lebih mudah disembuhkan dengan sendirinya
- Adanya kepanikan serta kekhawatiran yang membuat orang-orang mudah percaya
  dengan kopid
- Lebih sulit membedakan penyakit alami dengan penyakit buatan
- Memaksa Rakyat Indonesia di-pakcin kopid, PCR, dan Swab Anti-Kopid demi
  memuluskan pembangunan IKN serta memperkaya oknum-oknum pejabat negara
  yang haus kekuasaan
- Lebih percaya dengan pemberitaan media-media mainstream mengenai plandemi kopid
  ketimbang khawatir dengan kesehatan mental orang yang bersangkutan

_______

LAWAN KETIDAKADILAN!!!!

KEBENARAN TETAPLAH KEBENARAN!!!!!
KEBENARAN TIDAK AKAN HILANG KALAU ORANG TERSEBUT
BERSIKAP ADIL DAN TIDAK MEMBUAT ATURAN-ATURAN YANG KONTROVERSI!!!!

______

Note:
Informasi ini saya dapatkan berdasarkan hasil pengamatan serta analisa saya saat saya berteman dengan teman-teman satu frekeunsi dan tinggal bersama orangtua

PENYEBAB ORANGTUA MENGHALANGI ANAKNYA BEKERJA SENDIRI ATAU BEKERJA BERSAMA ORANG LAIN & ALASAN ANAK HARUS BEKERJA DARI USIA BELIA (SEKITAR USIA 6-12 TAHUN)

  Penyebab Orangtua Menghalangi Anaknya Bekerja,
Penyebab Anak Kesulitan Mengembangkan Bakat, Minat, serta Skill, dan
Alasan Anak Harus Bekerja dari Usia Belia (sekitar Usia 6-12 Tahun)


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Tanggal Pembuatan: 20 April 2022 04.58 WIB
Tanggal Edit & Publish Ulang: 20 April 2022 05.35 WIB


Penyebab Anak Kesulitan Mengembangkan Bakat, Minat, serta Skill
- Kurangnya dukungan dari kedua orangtua
- Orangtua selalu membanding-bandingkan bakat, minat, serta skill orang lain
- Orangtua hanya ingin melihat hasil instan dari pencapaian anaknya ketimbang melihat
  usaha yang sesuai dengan bakat, minat, serta skill anaknya 
- Orangtua sering menghujat bakat, minat, serta skill anaknya
- Rendahnya rasa kepercayaan orangtua terhadap anak
- Orangtua sering meremehkan bakat, minat, serta skill yang anak miliki
- Orangtua hanya memikirkan mengenai perkuliahan anaknya ketimbang memikirkan
  pekerjaan anaknya yang sesuai dengan bakat, minat, serta skill 
- Orangtua tidak memberikan apresiasi ke anaknya mengenai bakat, minat, serta skill yang
  anak miliki
- Orangtua lebih menyukai anaknya sukses di usia 22 tahun ke atas ketimbang usia 12 tahun
  ke atas

__________


Penyebab Orangtua Menghalangi Anaknya Bekerja
- Anak belum memiliki bakat, minat, serta skill yang cocok
- Tidak belajar dari kesuksesan calon-calon artis Indonesia masa depan, seperti
  Rayensyah Rassya Hidayah, Zayyan Sakha, Kiesha Alvaro, Aqeela Calista, Sinyo SR,
  Nasar Anuz, Naufal Ho, dan calon-calon artis Indonesia masa depan lainnya
- Hanya melihat sisi negatif anaknya
- Tidak ikhlas apabila anaknya bekerja di usia muda
- Ingin melihat penderitaan anaknya
- Tidak memiliki rasa terima kasih kepada anak karena anak ingin membantu kedua orangtua
- Tidak memiliki rasa syukur karena anak ingin membuat orangtua tersenyum dan bahagia
- Tidak memiliki kepercayaan kepada anaknya
- Hanya menyukai teman-teman yang usianya sama dengan anaknya bukan teman-teman yang
  obrolannya sama dengan anaknya (teman-teman satu frekuensi)
- Ingin menghancurkan rencana anaknya
- Memiliki rencana jahat terhadap anaknya sehingga anak kesulitan untuk menatap masa depan
  yang lebih baik
- Tidak ingin melihat anak bahagia
- Tidak ingin melihat anaknya sukses dengan usahanya sendiri atau sukses bersama
   teman-teman satu frekuensi
- Memaksa anaknya menempuh perkuliahan dengan dalih orangtua bisa pamer ijazah
  perkuliahan dan gelar sarjana ke orang-orang terdekat
- Melarang anaknya bekerja dengan dalih anak tersebut belum menempuh perkuliahan
- Orangtua lebih mengejar perkuliahan ketimbang menatap masa depan yang lebih baik
- Orangtua lebih mengajarkan anaknya cara berkhayal/ berhalusimasi mendapatkan pekerjaan
  yang sesuai dengan bakat, minat, serta skill ketimbang mengajarkan anaknya cara menggapai
  suatu kesuksesan dari usia belia (sekitar usia 6-12 tahun)
- Terlalu khawatir dan takut dengan anaknya apabila anaknya bekerja dengan teman-teman
   satu frekuensi


Alasan Anak Harus Bekerja dari Usia Belia (sekitar Usia 6-12 Tahun)
- Anak mengetahui bahwa mencari atau menciptakan pekerjaan itu sangat sulit
- Memiliki perencanaan yang jelas, matang, dan detail demi menatap masa depan yang
  lebih baik
- Memiliki motivasi tinggi mengenai cita-cita yang ingin dicapai
- Ingin mengikuti jejak kesuksesan artis-artis Indonesia masa depan, seperti
  Rayensyah Rassya Hidayah, Zayyan Sakha, Kiesha Alvaro, Aqeela Calista, Sinyo SR,
  Nasar Anuz, Naufal Ho, Andro Trinanda, dan calon-calon artis Indonesia masa depan lainnya
- Ingin mencari pengetahuan serta wawasan yang luas
- Ingin belajar dari pengalaman orang lain yang mendapatkan banyak fans di seluruh pelosok
  Indonesia
- Ingin mendapatkan pengakuan terhadap kedua orangtua
- Ingin membantu kedua orangtua, baik itu membantu kedua orangtua dengan memperbaiki
  pengeluaran yang sudah orangtua keluarkan untuk keperluan sehari-hari, menagih
  janji-janji yang ingin orangtua impikan ke anaknya, membantu orang-orang yang benar-benar
  mengalami kesulitan, dan lain sebagainya
- Tidak peduli dengan ijazah terakhir yang dicapai oleh anak

__________

ANAK TIDAK BUTUH PENCITRAAN BERUPA MARAH-MARAH, ANCAMAN, SERTA MENGATUR ANAK DALAM MERENCANAKAN SESUATU DARI KEDUA ORANGTUANYA!!!

ANAK HANYA BUTUH BERSIKAP DAN BERPERILAKU ADIL DARI KEDUA ORANGTUANYA MENGENAI  ANAKNYA YANG INGIN KERJA DEMI
MENATAP MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

JANGAN SALAHKAN ANAKNYA APABILA ANAK TERSEBUT MENGECEWAKAN
KEDUA ORANGTUANYA AKIBAT ANAK TERSEBUT MENGALAMI KEMUNDURAN YANG SIGNIFIKAN MENGENAI PEKERJAAN YANG SESUAI DENGAN BAKAT, MINAT, SERTA SKILL!!!!!

_________


Note:
Informasi ini saya dapatkan berdasarkan hasil pengamatan serta analisa saya saat saya berteman dengan teman-teman satu frekeunsi dan tinggal bersama orangtua

Sunday, 17 April 2022

FAKTA: MEMBEDAH PERMASALAHAN PENDIRI ADMIN FOOTBALL LOVERS IDN & DIARY IRFAN YANG MENJADI KORBAN BULLYING SEMASA SMP, SMA, DAN DUNIA NYATA

FAKTA: Membedah Permasalahan Pendiri Admin Football Lovers IDN & Diary Irfan
Yang Menjadi Korban Bullying Semasa SMP, SMA, dan Dunia Nyata


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Kejadian Saya saat Menjadi Korban Bullying semasa SMP Kelas 3 (Kelas 9)
Saya pernah dibully sama salah satu temen saya. Saya tidak tahu kronologinya seperti apa (pas saya dibully sama salah satu temen saya). Yang jelas, barang-barang yang saya bawa ke sekolah dan barang-barang saya yang saya simpan di dalam tas untuk mengikuti pembelajaran berkitnya dilempar ke tempat sampah. Parahnya, salah satu temen saya yang pernah bully saya benar-benar tidak memiliki rasa bersalah sama sekali. Akhirnya, saya kejar-kejaran ama salah satu temen saya karena saya benar-benar kesel dan marah dan saya menyelamatkan barang-barang saya yang sudah teman saya lempar ke tempat sampah. Suatu ketika, saya menangis di sekolah karena saya sudah pasrah untuk mencoba memberhentikan kejadian ini. Akhirnya, salah satu guru olahraga saya datang ke kelas untuk mencari masalah yang dialami dan temen-temen saya pada mendekat ke saya karena teman-teman saya peduli dan memiliki rasa empati ke saya. Teman-teman saya meminta saya untuk bersabar menghadapi cobaan ini. Bukan hanya menjadi korban bullying saat di sekolah, teman saya pernah mengatakan ke saya bahwa saya sok-sok"an menulis English saat mengerjakan tugas dari guru. Saat saya belajar English, saya pernah menulis nama menggunakan English di buku tulis. Teman saya mencoba untuk memprovokasi saya dengan mengatakan "Sok English lu" dan teman saya meminta saya untuk memperbaiki tulisan tersebut ke dalam Bahasa Indonesia. Saya pun memilih untuk mengabaikan perkataan teman saya karena saya rasa permasalahan ini tidak terlalu penting dan terkesan sepele.

For Your Information:
Salah satu teman saya yang pernah membully saya dan merendahkan saya mengenai penulisan nama dalam English di sekolah adalah ZA.ZA merupakan inisial dari nama asli Zulfikar Alfathoni. Bagi Anda yang menemukan nama asli Zulfikar Alfathoni, mohon lapor ke saya untuk ngopi bareng


Kejadian Saya saat Menjadi Korban Bullying semasa SMA Kelas 1-3 (Kelas 10-12)


Saturday, 16 April 2022

PENYEBAB ORANGTUA MENGHUJAT SINETRON YANG ANAK TONTON

 Penyebab Orangtua Menghujat Sinetron Yang Anak Tonton


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Tanggal Pembuatan: 17 April 2022 05.11 WIB


- Orangtua tidak menyadari bahwa isi adegan dari sinetron tersebut tidak terdapat
  unsur kekerasan dan motor-motoran (hanya beberapa sinetron yang terdapat adegan
  kekerasan berupa adegan berkelahi dan motor-motoran)
- Orangtua tidak belajar dari kesuksesan artis-artis Indonesia generasi penerus bangsa
  yang meraih kesuksesan sejak usia 6 tahun dan artis-artis Indonesia generasi penerus
  bangsa yang diundang oleh acara-acara yang membahas mengenai selebriti Indonesia
  di TV Nasional untuk berbincang-bincang seputar kesuksesan artis-artis Indonesia
  generasi penerus bangsa yang berkembang pesat dan makin tenar di dunia perfilman
  dan pesinetron
- Rata-rata, orangtua lebih menyukai menonton film ketimbang sinetron
- Rata-rata, orangtua tidak menyukai artis-artis Indonesia, terutama artis-artis Indonesia
  generasi penerus bangsa. Orangtua lebih cenderung menyukai artis-artis hollywood
  dibandingkan dengan artis-artis Indonesia

INGAT!
Anak akan memilih film atau sinetron yang anak tonton apabila orangtua melarang anak menonton film atau sinetron yang sesuai dengan genre film atau sinetron

Wednesday, 13 April 2022

TRAUMA

Trauma


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Pengertian Trauma

Monday, 11 April 2022

BLAK-BLAKAN: PENDIRI FOOTBALL LOVERS IDN & DIARY IRFAN BOCORKAN KEJADIAN YANG MENJADI KORBAN BULLYING SEMASA SMP, SMA, DAN DUNIA NYATA

 BLAK-BLAKAN: Pendiri Football Lovers IDN & Diary Irfan Bocorkan
Kejadian Yang Menjadi Korban Bullying Semasa SMP, SMA, dan Dunia Nyata


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Tanggal Pembuatan: 12 April 2022 07.40 WIB


- Orangtua tidak menyadari bahwa anaknya menjadi korban bullying saat anaknya duduk di
  bangku SMP & SMA
- Orangtua tidak menyadari bahwa anaknya memiliki masa depan yang suram
- Di saat anaknya ingin bangkit dari masa lalu yang suram, orangtua menghalangi dan tidak
  memperbolehkan anaknya bekerja sendirian atau bekerja bersama teman-teman satu frekuensi
  dengan dalih anaknya belum memiliki ilmu yang cukup dan belum memiliki jam terbang yang
  tinggi untuk bekerja sendiri atau bekerja bersama teman-teman satu frekuensi
- Orangtua memiliki sifat egois yang tinggi sehingga anak tidak tahu cara menyikapi dari korban
  bullying yang menimpa anaknya
- Orangtua tidak sigap dalam menyikapi aksi korban bullying yang menimpa anaknya dan
  terkesan santai dalam menyikapi aksi tersebut
- Orangtua terkesan lalai dalam mendidik anak sehingga anak tersebut harus mencari rekan
  kerja sendiri supaya anaknya memiliki masa depan yang cerah & mencari teman yang cocok
  untuk diajak curhat dan membangun chemistry antara anak dengan salah satu teman untuk
  bisa lebih baik lagi ke depannya
- Orangtua berpikir bahwa menjadi korban bullying itu enak dan orangtua meminta ke anaknya
  bahwa anaknya harus menikmati hidup meskipun anak tersebut menjadi korban bullying
  semasa SMP, SMA, dan dunia nyata
- Orangtua lebih senang dan bangga apabila anak menempuh perkuliahan ketimbang
  mementingkan pekerjaan yang anak asah sesuai bakat, minat, serta skill
- Orangtua hanya melihat dari segi pendidikan bukan melihat dari keseluruhan
- Orangtua tidak menghargai pendapat yang anak inginkan dan terkesan mengabaikan pendapat 
  anaknya
- Orangtua hanya ingin melihat hasil ketimbang melihat usaha dan kerja keras dari sang anak
- Orangtua tidak mensyukuri serta tidak berterima kasih ke anak karena anak ingin bekerja
  sendiri atau bekerja bersama teman-teman satu frekuensi demi membantu kedua orangtua
  menguatkan keuangan serta menagih janji-janji yang diinginkan oleh kedua orangtua, seperti
  mengajak umroh bersama keluarga inti, membangun istana dengan merenovasi rumah agar
  rumah terlihat bersih dan rapi, membelikan orangtua sebuah mobil, dan lain sebagainya

........

Contoh Mengajarkan Anak untuk Meraih Kesuksesan Yang Baik & Benar
agar Anak Tidak Menyesal di Kemudian Hari
Kamu harus mencontohkan orang-orang yang sudah meraih kesuksesan sejak usia muda serta sudah mempunyai penghasilan dari hasil dancer yang ia lakukan di aplikasi Likee, minimal kamu menjadi terkenal dan mendapatkan pengakuan apabila kamu ingin meraih masa depan yang cerah serta ingin meraih kesuksesan di usia muda. Supaya apa? Supaya di masa tua, kamu tinggal bekerja dari hasil pekerjaan yang kamu raih ketika kamu usia muda. Kamu tahu Rayensyah Rassya Hidayah, salah satu mantan pemain sinetron DJS (Dari Jendela SMP) yang berperan sebagai Indro, mantan pemain sinetron Kun Anta yang berperan sebagai Asun, serta mantan pemain sinetron Juara Dunia yang berperan sebagai Kenzo & Kenzi, dan Sinyo SR, salah satu mantan pemain film Wonderful Life yang berperan sebagai Aqil dan salah satu mantan pemain sinetron Kun Anta 1-3 yang berperan sebagai Sobri? Nah, kamu contohkan dari mereka berdua supaya kamu memiliki masa depan yang cerah dan kamu tinggal menikmati dari hasil pekerjaan yang kamu raih di usia muda. Supaya apa? Supaya papa dan mama tidak usah memikirkan anggaran yang harus dikeluarkan apabila kamu ingin menempuh perkuliahan dan mama lebih tenang karena kamu sudah meraih kesuksesan sejak usia muda. Papa dan mama kasih kamu kebebasan atau pilihan apakah kamu mau menempuh perkuliahan atau tidak

_______

Note:
Informasi ini saya dapatkan berdasarkan pengalaman yang saya alami sejak saya duduk di bangku SMP & SMA serta pengalaman yang saya alami sejak saya hidup di dunia

Saturday, 9 April 2022

KEKERASAN

 Kekerasan


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Tanggal Pembuatan: 10 April 2022 04.24 WIB


Pengertian Kekerasan
Kekerasan merupakan suatu kejadian yang dilakukan untuk menyerang martabat seseorang ataupun suatu kelompok tertentu

Macam-Macam Kekerasan
- Kekerasan Fisik
  Kekerasan fisik merupakan suatu tindakan yang dilakukan seseorang atau suatu kelompok
  tertentu untuk menyerang korban menggunakan anggota tubuh

  Contoh Kekerasan Fisik
        - Memukul
        - Menendang
        - Meninju hingga korban mengalami luka-luka atau mengalami trauma yang mendalam
        - Membunuh korban menggunakan senjata tajam

- Kekerasan Verbal
  Kekerasan verbal merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok
  tertentu untuk menyerang korban menggunakan perkataan yang membuat korban tidak terima
  dengan perkataan tersebut atau membuat korban memiliki perasaan tersinggung, baper, marah,
  kecewa dengan kondisi fisik yang dialami oleh sang korban, dan lain sebagainya

  Contoh Kekerasan Verbal
        - Memarahi korban hingga korban tersebut memiliki perasaan tersinggung dan sakit hati
        - Mengatakan kepada korban bahwa korban tersebut mengalami kelebihan berat badan
          yang signifikan atau mengalami kekurangan berat badan akibat kurangnya asupan gizi
          yang seimbang
        - Mengatakan kepada korban bahwa dirinya (korban) merasa tidak dihargai oleh pelaku
          karena pelaku tersebut terang-terangan menyebutkan bahwa harga diri sang korban hilang

- Kekerasan Seksual
  Kekerasan Seksual merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang untuk
  merendahkan, melecehkan atau menyerang tubuh akibat psikis seseorang menjadi terganggu
  serta dapat merusak kesehatan reproduksi



Note:
Informasi ini saya dapatkan dari pengalaman serta analisa saya selama saya hidup di dunia dan pengalaman yang saya dapat selama saya tinggal bersama orangtua