Penyebab Orangtua Tidak Mengizinkan Anaknya Bekerja,
baik itu Bekerja Sejak Usia Dini, Bekerja sejak SD maupun
Bekerja sejak Lulus dari SMA
- Orangtua berpikir bahwa anak tidak memiliki ilmu banyak sehingga orangtua
memaksa anaknya untuk menempuh perkuliahan demi mendapatkan gelar
sarjana
- Pemikiran orangtua tidak terbuka (baca: mainnya kurang jauh) sehingga
orangtua mewajibkan anaknya menempuh perkuliahan dengan dalih
mendapatkan gelar sarjana dan mendapatkan ijazah (baca: terlalu fanatik
dengan pendidikan)
- Orangtua terlalu egois ke anak
- Orangtua tidak belajar dari pengalaman artis-artis generasi penerus bangsa yang
sukses sejak usia dini, seperti Ali Fikry Assegaf, Zayyan Sakha, Rayensyah
Rassya Hidayah, Naufal Ho, Nasar Anuz, Farras Fatik, Aqeela Calista, dan
artis-artis generasi penerus bangsa lainnya
- Orangtua sering meremehkan bakat, minat, serta skill anaknya sehingga mental
anak dalam mengembangkan bakat, minat, serta skill menurun
- Orangtua tidak mendukung anaknya dalam mengembangkan bakat, minat, serta
skill dan orangtua akan memanfaatkan kesempatan dengan mencari kesalahan
anaknya dengan dalih anaknya terlalu malas-malasan dan tidak serius dalam
mengembangkan bakat, minat, serta skill
- Orangtua hanya ingin melihat anaknya sukses dengan mewajibkan anaknya
menempuh perkuliahan tanpa membebaskan anaknya memilih mau menempuh
perkuliahan terlebih dahulu setelah itu bekerja atau langsung bekerja tanpa
menempuh perkuliahan terlebih dahulu
- Orangtua tidak memikirkan bahwa jumlah korban PHK di suatu perusahaan serta
jumlah penggangguran di Indonesia makin meningkat. Hal tersebut disebabkan
oleh tidak pedulinya para orangtua yang tidak mengizinkan anaknya bekerja
dengan dalih anak tersebut tidak memiliki ilmu lebih serta anak tersebut dinilai
malas-malasan sehingga orangtua mewajibkan anaknya menempuh perkuliahan
- Orangtua sering membandingkan anak yang memiliki ijazah dengan orang yang
hanya lulus dari bangku SMA
- Orangtua sering menghujat orang yang hanya lulus dari bangku SMA dengan
sebutan "orang yang hanya lulus dari bangku SMA (hanya) menerima pekerjaan di
bidang OB (Office Boy)/ Cleaning Service di suatu perusahaan" atau "orang yang
memiliki penghasilan rendah yang membuat orang tersebut bekerja demi
membantu kedua orangtuanya yang jatuh miskin atau melawan dari penyakit yang
orangtua derita"
Alasan Orangtua Mengizinkan Anaknya Bekerja,
baik itu Bekerja Sejak Usia Dini, Bekerja sejak SD maupun
Bekerja sejak Lulus dari SMA
- Orangtua ingin anaknya hidup mandiri dan tidak terlalu bergantung dengan
orangtua
- Orangtua ingin anaknya belajar mengenai kerasnya masuk dunia kerja
sejak usia dini atau sejak lulus dari SMA
- Anak memiliki niat baik ke orangtua mengenai rencana orangtua yang belum
tercapai atau anak memiliki perencanaan yang belum tercapai, seperti
memberangkatkan orangtua atau keluarga inti umroh, mengajak keluarga inti
ke luar negeri, memberikan paket makanan ke orang-orang yang tidak mampu,
dan lain sebagainya
- Orangtua ingin anaknya mencari teman semuruan atau teman satu frekuensi
supaya anak bisa menemukan chemistry antara anak dengan teman seumuran
atau teman satu frekuensi
- Orangtua ingin anaknya sukses dengan bekerja sambil sekolah
- Orangtua ingin anaknya belajar dari pengalaman orang-orang yang meraih
kesuksesan sejak usia dini, seperti Nasar Anuz yang bermain di film
Pengabdi Setan 1 & 2, sinetron Kun Anta 1-3, dan sinetron Pulung, Sinyo SR
yang bermain di film Wonderful Life, sinetron Kun Anta 1-3, sinetron
Jagoan Bola Go.... Go... Go..., sinetron Bola Koki, Rayensyah Rassya Hidayah
yang bermain di film Habibie & Ainun 3, sinetron Kun Anta season 1, sinetron
Dari Jendela SMP, dan film DJS The Movie: Biarkan Aku Menari, dan
orang-orang yang meraih kesuksesan lainnya
- Anak menyadari bahwa mencari pekerjaan itu sangat sulit dan anak belajar dari
pengalaman perusahaan/ toko swalayan yang bangkrut akibat para karyawan
di-PHK atau perusahaan/ toko swalayan tersebut kalah bersaing dengan
perusahaan/ toko swalayan lain, seperti Giant toko swalayan, Aladdin Depok
Fantasi, perusahaan baju Centro, Bank Bukopin yang kini berganti nama menjadi
Bank Korea Bukopin, dan perusahaan/ toko swalayan lainnya
- Anak menyadari bahwa membuka lapangan kerja di Indonesia sangatlah minim
dan lapangan kerja di Indonesia dipenuhi oleh asing dan aseng
- Anak ingin diakui dan terkenal hingga memiliki para penggemar/ fans, namanya
masuk ke Wikipedia Bahasa Indonesia, dan diundang ke stasiun TV Nasional
seperti Zayyan Sakha, Ali Fikry Assegaf, dan Kiesha Alvaro